without him
Gue inget banget.
I love him once.
Until yesterday.
I just woke up. And he's not in my heart anymore. How could that happen?
Yap, gue bangun, dan perasaan itu hilang. Lenyap. Dan gue semakin tenggelam.
Indahnya mencintai....
selalu punya harapan
selalu punya alasan-alasan lucu untuk melihat sosoknya
selalu punya bahan pembicaraan lucu dengan teman2 tentang dia
selalu punya bahan khayalan, fantasi
selalu punya alasan untuk tersenyum-senyum sepanjang hari
selalu punya alasan untuk bertampang bete sepanjang hari
selalu ada alasan untuk naik turunnya emosi
alasan untuk bahagia
alasan untuk GR
alasan untuk menyayangi
alasan untuk jatuh bangun...
lelah....
i admit that i am tired.
menyukai seseorang dengan kadar 100% selama lebih dari setengah tahun, tanpa perkembangan yang berarti, tanpa kemajuan dan malah kemunduran itu amat sangat menyakitkan dan butuh kesabaran luar biasa.
dipisahkan tembok umur, tembok senioritas, tembok lingkungan dan pergaulan, tembok norma2 tak tertulis dan jurang kedewasaan.
Tidak setiap hari aku bisa melihatnya. Dia sibuk, sangat sibuk. Hanya sekali sebulan, sekali 2 minggu, frekuensi paling jarangnya. Sulitnya tetap mencintai seseorang yang begitu jarang kita temui dan sulit diajak bicara di dunia maya. Amat, sangat sulit.
I found a quote "ketika rindu melewati batas, angka 100 itu pun berubah jadi 0"
is that true?
maybe... but you know what? i love this feeling. Menyenangkan. Jatuh bangun-nya, sakit senengnya, rasanya hebat dan menyenangkan untuk terus dijelajahi. Belum, aku belum rela kehilangan perasaan ini.
Let me love him once more...
because without him,
I am just a pathetic single....
inkageloeuy @ 11:19 pm